Arsip Informasi

Polling

WAJIB PAJAK DAERAH TERFAVORIT
QUICK CHICKEN JADI BARU (Pajak Restoran)
CFC RESTORAN (Pajak Restoran)
WR. BAKSO AAN (Pajak Restoran)
MEOTEL (Pajak Hotel)
HOTEL SEJAHTERA (Pajak Hotel)
HOTEL DUNIA (Pajak Hotel)
PKU Muhamadiyah Gombong (Pajak Air Tanah)
Rosidyana Karimah / Toserba Jadi Baru (Pajak Air Tanah)
RS Palang Biru Gombong (Pajak Air Tanah)
PT.Karya Adi Kencana (Pajak Minerba)
Riban Karangsambung (Pajak Minerba)
Tri Umiana R Mangunweni (Pajak Minerba)
Menganti / Sengkuyung Makmur (Pajak Parkir)
Toserba Jadi Baru (Pajak Parkir)
PT Reska Multi Usaha Gombong (Pajak Parkir)
Café Dees Sruweng (Pajak Hiburan)
Jembangan Wisata Alam (Pajak Hiburan)
Happi Ness (Pajak Hiburan)

Submit Lihat Hasil Polling

Berita / Informasi / Detail

Mengapa Kita Harus Membayar Pajak Daerah?

Informasi 27 September 2018 15:51:59 WIB bidang pendataan dibaca 90 kali


Banyak pertanyaan muncul ditengah masyarakat, “mengapa kita harus membayar pajak daerah?” Pertanyaan itu muncul karena banyaknya jenis Pajak! Dimana-mana terkena pajak baik itu pajak pusat maupun pajak daerah, apapun kena pajak dan siapapun bisa kena pajak, diantaranya Pajak Penghasilan (PPh), Pajak Pertambahan Nilai (PPN), Pajak Bumi dan Bangunan (PBB), Pajak Restoran, Pajak Reklame dan Pajak Kendaraan Bermotor (PKB). Sehingga sebagian besar masyarakat senantiasa bagaimana mencari cara untuk menghindar dari kewajiban membayar pajak. Jika dipikir secara logika, banyak orang yang tidak rela mengeluarkan uang mereka untuk membayar pajak, apalagi tidak mendapatkan imbalan dari membayar pajak.

Masyarakat selalu bertanya-tanya tentang Pajak. Apa itu pajak? Kenapa harus membayar pajak? Dan untuk apa saja uang pajak tersebut? Pajak adalah bentuk kontribusi wajib yang harus dibayarkan kepada pemerintah dan bersifat memaksa dengan tidak mendapatkan imbalannya secara langsung, tapi imbalannya dapat akan diterima secara tidak langsung. Sepertinya misalnya pembangunan fasilitas – fasilitas umum semacam pembangunan jalan raya, penerangan jalan dan fasilitas lainnya termasuk untuk membiayai beberapa subsidi yang dijalankan pemerintah.

Pajak yang harus dan wajib kita bayarkan tersebut juga digunakan negara untuk keperluan – keperluan penyelenggaraan pemerintahan daerah, misalnya ketika masyarakat mengalami musibah atau memerlukan bantuan, pemerintah membutuhkan uang untuk itu; pembayaran gaji aparatur pemerintahan dan keperluan Pemerintahan lainnya yang masih banyak lagi. Jadi, pemerintah juga perlu berbelanja (shoping) seperti kita. Setiap kegiatan pemerintahan itu biaya. Banyak hal yang perlu dibeli oleh pemerintah dalam rangka pembangunan dan penyelenggaraan pemerintahan. Apalagi kemampuan keuangan pemerintahan kita masih sangat terbatas, maka dari itu kontribusi dari rakyatnya masih sangat dibutuhkan. Di dunia ini sebagian besar negara semua menerapkan pajak kepada masyarakatnya. Pajak itu sebagai sumber modal dan pendanaan dan pendanaan daerah. Salah satu dari fungsi dan tujuan dari desentralisasi fiskal di Negara kita ini adalah untuk menciptakan kemandirian daerah otonom, sehingga semakin besar PAD suatu daerah tentunya akan semakin baik bagi daerah tersebut.

Akan tetapi bila kita lihat bersama terutama di daerah Kabupaten Kebumen tingkat kesadaran dan kepatuhan wajib pajak belum seperti yang diharapkan. Masih banyak sekali terjadi penghindaran dalam hal membayar pajak. Ketidaktertiban tersebut terjadi karena adanya rasa tidak ikhlas si wajib pajak untuk membayarkan pajaknya. Padahal siapa lagi yang akan membantu daerah kita ini jika bukan rakyatnya sendiri yang mendukung untuk pembangunan daerahnya. Jadi apa yang kita dapat lakukan dan dapat kita bantu kepada daerah yang sangat kita cintai ini? Tentunya dengan taat membayar pajak yang sesuai dengan apa yang telah ditetapkan oleh pemerintah. Apalagi  Indonesia menganut Self Assessment System (menghitung, membayar dan melaporkan pajaknya sendiri) jadi lebih mudah untuk dilakukan, jadi lebih ada rasa nyaman untuk membayar pajak.

Kita juga tidak perlu takut bahwa pajak yang kita bayar akan ditilap petugas pajak seperti Gayus Halomoan Tambunan, karena Presiden Joko Widodo telah berkomitmen dengan menggandeng PPATK, Kejaksaan, KPK, BPK, Kepolisian, dan TNI, berbagai kementerian industri dan perdagangan, untuk membongkar penyelewengan pajak. Beberapa tahun terakhir banyak kasus koruptor, penyelewengan pajak yang telah terbongkar dan pelakunya dihukum.

Sebagai warga negara yang baik kita harus menghargai keputusan yang telah dibuat negara maupun daerah dan mengikuti aturan dimana kita tinggal, tidak ada satupun negara di dunia ini yang sama sekali tidak ada pajak. Jawabannya kembali kepada hati nurani masing – masing, jika kita bisa berpikir lebih bijak. Orang bijak, taat pajak! Mari sukseskan pembangunan negara melalui ketaatan dan kepatuhan pembayaran pajak! Dan nantinya itu semua juga untuk kepentingan kita bersama dan manfaatnya dapat Kita rasakan bersama.

Dalam agama Islam juga dijelaskan bahwa "Apabila seorang anak Adam meninggal, maka akan terputus amalannya kecuali tiga perkara", yaitu Shadaqoh jariyah, Ilmu yang bermanfaat, dan Anak shalih yang mendoakan kepadanya. Kita tahu bahwa pembangunan fasilitas umum yang ada di negara ini dibangun dengan menggunakan uang masyarakat yang berupa pajak. Pajak yang digunakan tersebut adalah kumpulan uang atau shadaqoh jariyah dari rakyat yang membayarnya. Islam mengajarkan bahwa perbuatan atau ibadah yang baik yang sekiranya dapat dilakukan secara bersama-sama atau jamaah akan mendapat pahala 27 kali lipat dari biasanya.

Maka ketika membangun fasilitas umum (jalan, masjid, kantor, sekolah) sendiri dengan secara bersama-sama tentu lebih besar pahalanya bila kita membangunnya secara bersama-sama. Secara tidak langsung membayar pajak telah membuat pahala kita bertambah berkali-kali lipat dan akan terus mengalir pahala itu sampai kita mati nanti, tentu saja bila kita rutin membayarnya? Subhanallah... Islam sungguh mengajarkan banyak hal pada kita semua, memahami amalan dan menerapkannya dalam kehidupan sehari-hari untuk mendapatkan dan bersanding dengan-NYA kelak. Hanya dari satu poin saja dapat kita maknai beragam dengan pemahaman kita sendiri dan mengambil arti penting untuk sesuatu hal yang sebelumnya kita tidak ketahui.

Oleh karena itu, “Mari kita bayar Pajak!”