Polling

WAJIB PAJAK DAERAH TERFAVORIT
QUICK CHICKEN JADI BARU (Pajak Restoran)
CFC RESTORAN (Pajak Restoran)
WR. BAKSO AAN (Pajak Restoran)
MEOTEL (Pajak Hotel)
HOTEL SEJAHTERA (Pajak Hotel)
HOTEL DUNIA (Pajak Hotel)
PKU Muhamadiyah Gombong (Pajak Air Tanah)
Rosidyana Karimah / Toserba Jadi Baru (Pajak Air Tanah)
RS Palang Biru Gombong (Pajak Air Tanah)
PT.Karya Adi Kencana (Pajak Minerba)
Riban Karangsambung (Pajak Minerba)
Tri Umiana R Mangunweni (Pajak Minerba)
Menganti / Sengkuyung Makmur (Pajak Parkir)
Toserba Jadi Baru (Pajak Parkir)
PT Reska Multi Usaha Gombong (Pajak Parkir)
Café Dees Sruweng (Pajak Hiburan)
Jembangan Wisata Alam (Pajak Hiburan)
Happi Ness (Pajak Hiburan)

Submit Lihat Hasil Polling

Berita / Berita Terbaru / Detail

Dengan capaian yang melampaui target ditahun 2017, BAPPENDA Kabupaten Kebumen mulai memaksimalkan program ekstensifikasi objek pajak daerah pada semester kedua tahun 2018 ini. Kegiatan ekstensifikasi pajak daerah ini bertujuan untuk menggali potensi – potensi pajak daerah yang selama masih belum tergali. Dengan adanya upaya ekstensifikasi ini diharapkan mampu meningkatkan jumlah wajib pajak daerah di Kabupaten Kebumen. Beberapa jenis pajak daerah yang menjadi sasaran ekstensifikasi diantaranya pajak restoran, pajak hotel, pajak air tanah, pajak reklame maupun pajak penerangan jalan non-PLN.

Kabid Pendaftaran, Pendataan dan Penetapan Ida Indrayani Achmal, AP.MT menyampaikan, bahwa BAPPENDA telah membentuk Tim Pendataan Pajak Daerah yang didalamnya ada tugas tugas ekstensifikasi, mulai dari pendataan dan pendaftaran pada program ekstensifikasi sampai dengan tugas penetapan, dengan adanya kegiatan ini diharapkan mampu meningkatkan jumlah wajib pajak daerah, sehingga dapat memberikan dampak terhadap peningkatan Pendapatan Asli Daerah (PAD) Kabupaten Kebumen. Beliau juga menambahkan bahwa dibentuknya Tim Pendataan Pajak Daerah tersebut tiada lain adalah dalam upaya memaksimalkan tugas pokok dan fungsi BAPPENDA sebagai Perangkat Daerah pemungut pajak yang didalamnya beranggotakan mulai pejabat struktural sampai dengan staf lintas bidang. Memang untuk awal semester kedua tahun 2018, Ekstensifikasi lebih di prioritaskan pada pajak hotel dan restoran, dengan mengerahkan seluruh  staf pada bidang pendaftaran, pendataan dan penetapan. Tujuannya agar pendataan dapat dioptimalkan yang diharapkan berdampak signifikan pula pada peningkatan pajak hotel (rumah kos) dan pajak restoran.

“Saya menyadari dengan luasnya wilayah Kabupaten Kebumen yang terdiri dari 26 kecamatan yang ada, sampai dengan bulan September ini baru mampu mencakup tiga kecamatan yang terdata dan itupun belum merata, sedangkan 23 Kecamatan lainnya masih belum, dikarenakan keterbatasan personil”. Walaupun begitu, Ida sangat optimis pengerahan Tim Pendataan  ini mampu meningkatkan jumlah wajib pajak daerah yang terdaftar setiap bulannya.

Sementara itu, Kasubbid Pendaftaran dan Pendataan Sutino, SE menyampaikan bahwa Objek usaha rumah kos kini menjadi salah satu potensi dalam penggalian pendapatan sektor pajak daerah. “Kebijakan ini bukan kebijakan yang serta merta dan kebijakan yang bersifat lokalistik kota Kebumen. Karena Pajak Kos merupakan amanat dan diatur dalam undang-undang yang bersifat nasional, yakni Undang – Undang Nomor 28 tahun 2009 tentang Pajak Daerah dan Retribusi Daerah, sebagaimana tertuang dalam pasal 1 UU 28/2009 ditegaskan bahwa termasuk bagian dari objek pajak hotel, diantaranya adalah usaha rumah kos dengan jumlah kamar lebih dari 10 (sepuluh). Dengan demikian bagi usaha kos dengan kategori dimaksud, akan dikenakan ketentuan sebagai objek pajak hotel. Ada pun untuk pelaksanaan di Kabupaten Kebumen, ketentuan kost menjadi salah satu objek pajak hotel diatur lebih lanjut melalui Peraturan Daerah Kabupaten Kebumen Nomor 1 tahun 2012 tentang Pajak Hotel. Selain pajak hotel atas rumah kos tersebut, pajak restoran khususnya dari sektor rumah makan masih memiliki potensi yang sangat besar, apalagi berdasarkan Peraturan Daerah Kabupaten Kebumen nomor 2 tahun 2012, bahwa yang menjadi wajib pajak restoran adalah mereka pengusaha rumah makan yang memiliki omset minimal Rp.500.000,- setiap bulannya.

Sutino berharap masyarakat memberikan data yang benar kepada petugas sesuai dengan kondisi yang ada. “Semoga dengan bertambahnya pundi pundi yang dapat dipungut dari pajak hotel dan restoran ini, akan menambah dana pembangunan daerah yang muaranya tentu untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat Kabupaten Kebumen,….. and the tax for all”,   tegasnya.